Sulit

Saya selalu ingin menjadi orang yang pandai menulis, tetapi menulis masih menjadi hal yang paling sulit untuk saya lakukan. Saya rasa saya tidak pandai menuangkan apa yang dipikiran dalam barisan kata-kata dan terlalu banyak berpikir. Seharusnya bisa-bisa saja kalau saya lebih percaya diri dan gak sedikit-sedikit hapus tulisan lalu dibuang begitu saja. Mungkin, bagi pemula seperti saya, menulis apa saja yang penting ditulis dulu deh, belajar perlahan-lahan. Kalau kata Ibu saya, bukan ‘tidak semudah yang saya kira’ tetapi ‘tidak sesulit yang saya kira’. Maka, ayo menulis mulai dari apa saja!

Iklan

XXX

Tepat pada 1 Agustus tahun lalu kami ditetapkan sebagai salah satu tim peserta Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional XXX Tahun 2017. Tidak panitia ITB, bahkan kami sendiri, sedikitpun menyangka kami akan lolos, tidak pernah diperhitungkan. Bahkan dapat menyelesaikan tahap monitoring dan evaluasi (monev) pada beberapa minggu sebelumnya saja kami sudah lega luar biasa. Saya pribadi tidak pernah mengerjakan proyek judul PKM kami itu demi kepentingan kompetisi tersebut melainkan untuk proyek itu sendiri, sebuah rumah baca di Kampung Girimukti, Desa Sukaluyu, Pangalengan, bagian dari program kerja Divisi Implementasi Pelita Muda ITB. Cerita lengkap tentang itu saya simpan untuk cerita di kelak kemudian hari, terlalu istimewa. Kali ini cukup tentang minggu pertama perkuliahan semester lima saya yang penuh pelajaran, jalan-jalan, dan kenangan. Tulisan ini panjang ini saya dedikasikan sebagai pengingat untuk diri sendiri dan teman-teman Anglo 🙂

Kami akan ke Makassar!

Lanjutkan membaca “XXX”

1 Juni 2018

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
So which of the favors of your Lord would you deny?

Beberapa hari sebelumnya saya menekuri kalimat yang diulang hingga puluhan kali pada Surah Ar-rahman ini, mencoba benar-benar memahami hingga terngiang-ngiang dan lama kelamaan menjadi mantra. Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan. Kebahagiaan, saya rasa, bisa ditemukan dimana dan kapan saja selagi kita bersyukur. Hari itu adalah salah satunya. Rasa syukur datang dalam berbagai bentuk.

Pagi

Saya menemukan bahagia dan haru dengan berjalan-jalan di Kota Bandung dini hari itu. Sudut-sudut kota nampak berbeda ketika matahari belum muncul. Sebagian kecil penghuninya tidak berada di kasur rumah yang hangat, melainkan kami temui di bawah lampu neon toko-toko, terlelap, terjaga, berselimut angin malam. Manusia-manusia ini jauh lebih perkasa daripada saya.

1527878651632.jpg

1528287740636.jpg

Sahur hari itu tidak saya lewatkan sendiri. Bersama Mutia, Umar, Calman, dan Febrian, saya makan di alun-alun dengan rendang dan sambal teri dari kulkas (yang memang harus segera saya kosongkan :D) Lanjutkan membaca “1 Juni 2018”

“Sepertinya Kita Belum Berjodoh..”

Tulisan mengenai KP saya tulis di blog sebelah, bersama dengan tulisan teman-teman BME 2015 lainnya 😀

Ruang KP BME ITB 2015

jodoh /jo·doh/ 1 n orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan 2 n sesuatu yang cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan a cocok; tepat

Mungkin memang mencari KP mirip halnya dengan mencari jodoh. Setiap orang punya mimpi dan kriteria masing-masing terhadap KP idealnya, begitu juga saya. Di sisi lain, perusahaan juga punya kebutuhannya sendiri dan mencari benefit yang bisa mereka dapat dari pemagang. Butuh kecocokan dari kedua belah pihak.

Sebagai mahasiswa program studi yang multidisiplin, saya rasa mahasiswa-mahasiswinya jadi lebih fleksibel untuk memilih ke arah mana mereka mau menapak (meskipun gak bisa dipungkiri juga industri kesehatan/medis yang benar-benar linier dengan prodi memang masih sangat sedikit di negeri ini). Sedari awal saya memang tidak begitu ingin untuk berkecimpung di dunia yang ‘hardware banget’, saya lebih suka ke yang berbau-bau bio atau medis. Lho kok masuk biomedis yang banyak porsi elektronya? Yha itu juga pertanyaan saya :”)…

Lihat pos aslinya 1.250 kata lagi

Tulis-menulis

Pikiranku kadang berkata, buat apa juga menulis dan apa pentingnya orang tahu isi pikiran atau apa yang aku lakukan?

Berawal dari seperangkat komputer di rumah + telkomnet instan 080989999 + artikel di majalah Bobo tentang blogger di tahun 2009, aku kecil yang suka nulis diary kala itu mulai menulis di blog. Apa alamat blognya sepertinya tidak perlu dicatat di sini karena apapun yang ada di sana tidak ubahnya sebuah diary anak kecil yang dihidangkan bulat-bulat pada dunia dengan lugu, sok asik, dan typo di sana-sini 🙂 Tapi bagaimana pun juga saat itu aku benar-benar menulis (walaupun tulisannya tidak benar juga, sih). Sesuatu yang perlahan mulai kutinggalkan mungkin sejak mengenal microblogs seperti twitter, path, lalu instagram. Lanjutkan membaca “Tulis-menulis”

Halo, Dunia!

Sebenarnya ini default post dari wordpress nya yang aku edit dikit. Diawali dengan judul yang menandai sebuah pembukaan, lalu satu paragraf pembuka, dilanjutkan dengan kutipan favorit dari orang ternama, lalu sebuah foto pemandangan:

Segalanya terjadi tak terduga-duga. Hanya ada satu yang pasti dalam hidup, yaitu ketidakpastian. Hanya ada satu yang patut Anda harapkan datang, yaitu yang tidak diharapkan. — Dee Lestari, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

IMG_20150620_171655_HDR
Tanjung Tinggi, Pulau Belitong, 2015